Sebuah catatan kecil

semua bermula dari keinginan

Bahasa Pemrograman Syntax Bahasa Indonesia

Ada kabar baru!, bahasa pemrograman dengan syntax Bahasa Indonesia!

Contoh programnya seperti ini:

x = 11
y = 22

z = &Jumlah(x, y)
tulis “z=”,z,”\n”
kalau z > 100 maka
tulis “lebih dari seratus\n”
lainnya
tulis “kurang dari atau sama dengan seratus\n”
stopkalau
TAMAT

sub Jumlah(a,b )
{
c = a + b
balik c
}

Program di atas ditulis dalam bahasa BAIK.
BAIK (Bahasa Anak Indonesia untuk Komputer) adalah bahasa pemrograman komputer ala bahasa skrip dengan ejaan dalam bahasa Indonesia.

BAIK didesain untuk bisa dijalankan di multi platform seperti Linux , Unix, Windows termasuk Mac OS. BAIK versi 1.0 dirilis dalam bentuk open source yang boleh didownload dan dipakai untuk tujuan pendidikan, hobi maupun komersil.

Implementasi bahasa BAIK bisa untuk :

  • Pengajaran bahasa komputer / logika dengan bahasa Indonesia
  • Perhitungan matematika/fisika
  • Perhitungan simulasi acak, misalnya : M/M/1
  • Web system sederhana dengan kemampuan CGI interaktif.
  • Pendidikan jarak jauh lewat web
  • Administrasi Unix (pengganti Shell)
  • TCP/IP network program, misalnya : pengirim email, buat FTP server, telnet server, web loader dll

Silahkan download bahasa BAIK di :
http://sourceforge.net/projects/baik/

Mei 3, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | 1 | | No Comments Yet

Dial-Up Internet lewat HP/Ponsel CDMA/GSM di LINUX

Setting Dial-up via ponsel GSM dan CDMA di Linux, Internetan mudah, praktis, aman, dan efisien dengan HP di Linux Operating System.

Dial up CDMA (op: Starone, Flexi. Fren, whatever lah…)

Dial up GSM/GPRS/3G/HSDPA (op: Simpati, AS, IM3, Hallo, XL, de el el..)

Pertama, siapin HP dan konektornya/kabel ke komputer seperti kabel untuk nokia DKU-2, DKU5, dll. Trus colokin deh ke masing2 tempatnya.

Nah, sekarang instalasi hardware alias setting modem hp-nya di linux os. Sebenarnya Linux dengan kernel terbaru udah banyak masukin detail driver kebanyakan ponsel, dan linux pun sudah auto-detect hardware sendiri. Disini penulis praktekin dengan menggunakan komputer pentium4 2,0ghz, mem 256, OS Linux FedoraCore6 kernel 2.6.18-1.2798.fc6, desktop Manager KDE 3.5.4-10.fc6 dengan ponsel Nokia 6235 CDMA, kabel data DKU-2 (USB), dan ponsel Nokia 6260 dengan kabel data DKU-2 (USB)

Kalo udah di colokin kabelnya nah sekarang kita liat driver yang muncul ato di port mana ponsel kita terhubung dengan menggunakan perintah dmesg di konsole atau perintah dmesg dapat difilter dan diambil string usb nya saja dengan dmesg | grep usb atau juga pada Linux Ubuntu dengan perintah lsusb.

Atau lebih jelasnya kita liat di kinfocenter pada desktop Kmenu | System | KinfoCenter pada tab usb device atau juga di menu Hardware, banyak lah untuk mencari tau pada sistem Linux, tergantung pada base system yang digunakan.

Kalau modem ponsel telah terkoneksi, maka kita dapat setting Dial-up nya dengan program kppp yang terdapat di desktop Kmenu | Internet | KPPP .yang pertama diminta adalah kita memasukkan password super user / root . Kemudian pada kppp harus kita setting terlebih dahulu untuk dialupnya.

Klik tombol configure, kemudian pada tab Modems pilih New, pada tab device ketik modem name ¨CDMA¨ Modem device sesuai yang telah kita pantau hardware phone modem di atas, penulis menggunakan

modem device : /dev/ttyACM0

Flow Control : Hardware [CRTSCTS]

Line Termination : CR/LF

Speed Connection: 115200 (sesuai dengan bitrate operator selularnya)

Untuk settingan tab Modem klik modem commands kita dapat menambahkan perintah-perintah komunikasi antara komputer dengan modem. Khusus untuk ponsel CDMA kita harus menambahkan command at+crm=1 pada Initialization String 2 ,

dan untuk GSM/GPRS modem khususnya untuk indosat IM3 command Initialization String 2 adalah

at+cgdcont=1,”IP”,””satelindogprs.com”

untuk command yang lainnya biarkan default saja. Klik OK. Jika kita ingin melihat lebih jelas spesifikasi modem kita dapat klik Query Modem. Dan pada Terminal, kita dapat menjalankan modem secara konsole atau manual. Klik OK.

Setting modem telah selesai, kemudian kita setting Account pada tab Account. Klik New, membuat account baru, kemudian klik Manual Setup. Pada tab Dial:

Buat nama koneksi pada Connection Name, pada phone number, klik add untuk menambahkan nomor dial (ada dibawah ini dialup numbernya, dan biarkan settingan lainnya secara default.. klik OK setting telah selesai. KPPP siap menjalankan tugas sebagai dial-up Internet. Pilih connect to dan use modem. Untuk Login ID dan Password :

CDMA Operator

Dial-Up Number : #777

Indosat starone:

Login ID : starone

Password: indosat

TelkomFlexi:

Login ID : telkomnet@flexi

Password : telkom

GSM/GPRS/3G/HSDPA Operator:

Dial-Up Number : *99***1#

Indosat IM3:

Login ID : gprs

Password: im3

Telkomsel

Login ID : wap

Password: wap123

setelah memasukkan Login ID dan Password, klik Connect untuk memulai koneksi. Dan kita siap bertempur di dunia Internet via Dial-Up.

Sukses ya kawan kawan, semoga tulisan ini berguna untuk kita semua. Mohon petunjuk dari master2 linux please tambahin tulisan ini ya, karena masih banyak kurangnya dan bila ada kesalahan saya mohon maaf atau ada kritik dan saran please let me know yah… Terima kasih…

Sumber: – Hasil ngoprek mas ronal, bowo, ikhfan n arier Di rumah bowo tgl 16 Agustus 2007

- Oom Google

Triance

April 9, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux | | No Comments Yet

Setting HP sebagai Modem CDMA

- Operating System: Windows 2000, FreeBSD 4.8
- Handset: Nokia 3586 dengan kabel DKU-5 (Prolific Tech)

Saat awal diluncurkannya produk TelkomFlexi, saya sudah sangat tertarik dan ingin segera membeli handset dan berlangganan ke telkom, tanpa memperdulikan pro-kontra atas produk tersebut baik mengenai legalitas berkait dengan isu monopoli maupun aspek teknis sejauh mana telkom siap dengan layanan ini, maklum hampir setiap produk telkom selalu dimulai dengan gembar-gembor dahulu, siap belakangan. Sikap saya ini memang pragmatis sekali, karena di tempat saya, bontang, sangat terbatas sekali SST yang tersedia, dan di alamat saya tinggal SST sudah habis.

Namun karena harga handset CDMA masih terhitung mahal dibanding dengan sekelasnya pada type GSM, beberapa kali saya menundanya. Sampai akhirnya terpaksa saya harus beli karena hape GSM saya rusak, setelah saya banting karena emosi sehabis menerima telepon dari rekan.

Pilihan handset jatuh pada Nokia 3586 CDMA, yang sejak awal memang saya mengincarnya. Beberapa pertimbangan antara lain layar sudah berwarna, harga terjangkau kantong saya, dan merek Nokia. Walaupun belakangan saya ketahui dari kenalan di Telkom kalau menurut mereka lebih bagus memakai HP CDMA keluaran Korea, sebab perangkat TelkomFlexi adalah buatan Korea juga. Entahlah kebenarannya.

Saat mengikuti training Cisco di Surabaya, saya sempatkan pula membeli kabel usb DKU-5 untuk koneksi dengan PC. Teman training yang kebetulan dari divisi TelkomFlexi menyarankan membeli yang asli keluaran Nokia, dan sesuai informasi di WTC harganya sudah turun menjadi 300ribu rupiah (sebelumnya 500an ribu rupiah). Harga yang menurut ukuran kocek saya masih terbilang mahal mengingat dalam benak saya barang itu hanyalah kabel belaka. Walau ternyata saya ketahui kemudian bahwa DKU-5 bukan hanya kabel, melainkan terdapat chip di dalamnya.

Berkeliling WTC cukup membuat pusing untuk menentukan mana yang asli dari kabel-kabel DKU-5 yang ada di sana. Salah satu toko memberi harga 400ribu dengan fisik yang kelihatan asli. Toko yang lain mengklaim 300ribu, bahkan 250ribu. Akhirnya jatuh lah pilihan saya pada harga termurah 175ribu, karena otak saya masih berkesimpulan buat apa membeli mahal hanya untuk sebuah kabel. Namun saya membuat perjanjian jika tidak bisa dipakai akan saya kembalikan.

Kabel DKU-5 yang saya beli, saya coba di tempat training dan boom bisa dikenali Windows, dan bisa dipakai untuk konek internet. Ternyata kabel ini adalah produk dari Prolific Technology, yang merupakan kabel usb-to-serial. Artinya device USB yang diaksesnya seperti serial port COM1 atau COM2, lebih detil dari ini saya kurang faham.

Installasi pada Windows

Seperti lazimnya proses installasi software pada windows yang memiliki jurus utama klik “NEXT” sampai “FINISH”. Installasi driver DKU-5 sampai terhubung dengan internet terbilang mudah.

1. Masukkan CD-ROM yang disertakan saat pembelian kabel DKU-5. Run file DKU_5_1.EXE yang terdapat pada CD yang disertakan pada paket kabel. Ikuti saja wizardnya sampai driver kabel terinstall. Jika file tersebut tidak terdapat pada CD, anda harus mendownloadnya sendiri pada www.nokia-asia.com
Perhatikan saat melakukan installasi ini kabel jangan dihubungkan dulu ke port USB komputer, begitu saran dari manualnya.
2. Setelah selesai proses 1 dan komputer sudah direstart (jika diminta). Hubungkan kabel DKU-5 ke port USB komputer, dan Windows hardware wizard akan mengenali adanya device baru sebagai Prolific Serial-USB device. Ikuti proses wizard hingga selesai, biarkan komputer mencari file driver yang sesuai dari CD-ROM. Jika tidak menemukan Anda harus search ke internet untuk mendownload driver yang dimaksud.
3. Dengan kabel masih terhubung, melalui Control Panel > Phone & Modem (Win2K) atau Control Panel > Printer & Other Devices > Modem (tidak pasti ingatan saja, tapi anda pasti dengan mudah menemukannya), buatlah satu modem dan pilihlah COM tempat DKU-5 terhubung, biasanya selain COM1 dan COM2, misal COM3, atau COM4 dan seterusnya.
4. Melalui Control Panel > Network & Internet Connections buatlah satu connection dial-up, dengan parameter sebagai berikut:
- Modem : modem yang dibuat pada langkah 3
- Phone number : #777
- User name: telkomnet@flexi
- Password: telkom
5. Selesai connection dibuat, dobel klik dan klik connect untuk mencoba dial-up ke internet melalui FlexiNet.
6. Sukses atau gagal?

Installasi pada FreeBSD

Pada FreeBSD proses installasi bisa dikata tidak terlaluh jauh lebih sulit dari Windows. Saya tidak perduli Anda sudah mengenal, mahir, atau awam terhadap FreeBSD. Dengan share pengalaman yang sudah saya lakukan saya yakin anda bisa asalkan telah menginstall sendiri FreeBSD anda.

Mulanya saya juga tidak yakin apakah bisa mengfungsikan nokia 3586 CDMA saya sebagai modem untuk dial-up pada FreeBSD. Karena saat itu saya search di google tidak menemukan secuilpun panduan yang jelas.

Kecuali saya temukan sebuah posting di forum, seseorang berhasil mengkoneksikan hape LG 5350 CDMA yang mengenali HP tersebut sebagai umodem0: Qualcomm CDMA Technologies MSM Phone. Setelah sebelumnya dia melakukan patch terhadap file source code /sys/dev/usbdevs dan /sys/dev/usb_quircks.c dan melakukan kompilasi kernel.

Juga pada mengenai sinkronisasi Palm devices via USB ke FreeBSD menggunakan PPP. Koneksi ke Palm menggunakan /dev/ucom0 sebagai device PPP. Disini terlebih dulu mengkonfigurasi kernel dan me-rebuild kernel juga.

Lalu saya hubungkan saja kabel DKU-5 saja ke laptop tua Pentium MMX dengan FreeBSD 4.8. dan kabel dikenali sebagai ugen0: Prolific Technology PL2303 Serial adapter (ATEN/IOGEAR UC232A). Dari sini dan posting connection Palm to FreeBSD di atas saya menduga ada kaitannya. Saya yakin kabel ini bisa difungsikan karena dikenali oleh FreeBSD, dan kaarena nantinya menggunakan ppp untuk dial-upnya, saya juga menduga device yang digunakan mirip dengan solusi pada Palm tersebut.

Lantas saya cari di manual pages dengan man ucom, ditemukan bahwa ucom adalah mekanisme memperlakukan usb seperti koneksi serial pada COM port (mirip juga dengan proses install di Windows) dan terdapat see also: uplcom. Melalui man uplcom saya temukan bahwa uplcom adalah driver untuk Prolific Technology. Semakin kuat keyakinan saya.

Saya mencobanya sebagai berikut:

Pada file konfigurasi kernel saya tambahkan baris sebagai berikut
#######################
device uplcom
device ucom
#######################
sesuai petunjuk pada manual pages di atas. Dan saya lakukan re-build kernel dan menginstall kernel yang baru. Command nya sebagai berikut:

# cd /sys/i386/conf
# ee ACER <— nama file config saya, menambahkan baris di atas, menyimpannya
# config ACER
# cd ../../compile/ACER
# make depend
# make
# make install

Setelah itu saya restart laptop saya, dan FreeBSD mengenali DKU-5 sebagai uplcom0: Prolific Technology PL2303 Serial adapter (ATEN/IOGEAR UC232A). Maka pada file konfigurasi ppp /etc/ppp/ppp.conf device yang saya gunakan adalah /dev/uplcom0 pada baris set device /dev/uplcom0 sedangkan untuk chat script untuk inisialisasi sebelum command ATDT yang saya gunakan adalah sebagia berikut: “AT OK ATE0V1 OK AT+crm=1 OK” Sampai disini saya coba untuk dial-up dengan banyak sekali percobaan sempat beberapa kali berhasil connect.

Tentunya ini masih belum maksimal sehingga saya simpulkan gejala sebagai berikut:
- Jika sudah berhasil connect, kemudian disconnect tidak akan bisa connect lagi kecuali dengan me-restart komputer terlebih dahulu.
- Sering adanya error yang ditampilkan di console, dan sekali terjadi error tidak kan bisa berhasil connect.
- Error juga terjadi saat kabel DKU-5 dilepas dan dihubungkan lagi. Yang mengakibatkan usb port disabled.
- Probabilitas berhasil sangat kecil sekali.
Dan sungguh sangat menjengkelkan karena setiap terjadi error, saya harus reboot komputer.

Atas error tersebut saya surf lagi di internet namun tidak ada penjelasan kasus serupa. Pada akhirnya saya menduga bahwa driver Prolific ataupun usb yang ada pada FreeBSD saya mungkin masih ada bugnya, mengingat release 4.8 sudah berumur 2 tahun yang lalu. Mau upgrade ke release 4.9 saya tidak punya Cdnya (perlu waktu lama membelinya dari Jakarta, mau download terlalu besar juga).

Saya menduga sudah ada perbaikan (patch) terbaru atas error/bug ini. Akhirnya saya coba saja download satu bagian source saja. Saya download hampir semua /sys/dev/usb/ dari CVS FreeBSD. Lalu saya build ulang kernel dengan source /sys/dev/usb yang terbaru. Alhasil sebagai berikut:
- kabel DKU-5 dikenali sebagai ucom0: Prolific bla bla bla. Tentunya konfigurasi ppp saya sesuaikan
- saya coba dial-up relatif lebih banyak suksesnya
- error error di atas sudah jarang terjadi
- ppp bisa dial-up, disconnect, dan dial-up lagi secara normal tanpa harus me-reboot komputer.
- Kabel DKU-5 bisa dilepas dan dihubungkan kembali secara normal. Tentunya saat melepas modul ppp sudah harus terminate.

Demikian sekelumit apa yang bisa saya share dari proses pencarian saya untuk melalukan koneksi ke internet pada FreeBSD menggunakan HP Nokia 3586 dengan TelkomFlexi. Saya belum mencobanya pada Linux, akan tetapi saya kira prinsipnya tidak jauh berbeda dengan FreeBSD. Linux juga menggunakan modul PPP yang sama dan konsep usb saya rasa juga mirip. Saat posting tulisan ini pula saya menggunakan laptop tua Pentium MMX FreeBSD, HP Nokia 3586 CDMA dengan kabel DKU-5, koneksi via FlexiNet dari TelkomFlexi. Tip serupa secara ringkas pernah saya posting ke komunitas/forum linux indonesia. Bagi yang memiliki kasus serupa semoga share pengalaman saya bisa memberi sedikit petunjuk. Lain waktu saya ‘kan tuliskan lagi dalam bahasa yang lebih ‘teknis’ dan lengkap secara teknisnya.

April 9, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Install Billing Warnet cclfox di ubuntu (2)

Install ccl di server dan client udah selesei
Langkah selanjutnya …

Agar billing ccl klien langsung mengunci desktop (Lock Screen) saat komputer dihidupkan.

  1. Download certificate CA.pem dan cert.pem
  2. Buat folder di /home/BILLING/.cclfox untuk server dan/home/WS1/.cclcfox untuk client. Tempatkan kedua file tersebut (CA.pemdan cert.pem) di /home/BILLING/.cclfox untuk server dan/home/WS1/.cclcfox untuk client.
  3. Hilangkan perintah -nossl jadi seperti di bawah ini
    cclcfox -host 192.168.0.254 -name WS1

Agar billing klien dan server bisa dijalankan saat startup atau saat komputer dihidupkan

  1. Klik System > Preferences > Sessions > Startup programs
  2. Klik Add untuk menambah Startup Programs
  3. Isikan
    Untuk Server

    Name: Billing CCL Server
    Command: cclfoxUntuk Client
    Name: Billing CCL Klien
    Command: cclcfox -host 192.168.0.254 -nama WS1
  4. Tekan tombol Close

Mengganti background lock screen di CCL Klien

  1. Buat wallpaper yang Anda diinginkan dengan nama file lockpix.gif
  2. Masukan wallpaper tadi ke /home/WS1/.cclcfox
  3. Selesai

Lock Screen

Setting Tarif normal dan tarif Paket, mematikan & mereboot komputer dari monitor billing menyusul )

April 6, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Setting Internet Connection Sharing dengan Ubuntu Desktop 7.10

Internet/ISP<====>Server<====> Switch |<====> Klien

Keterangan:
1. ISP

- IP 192.168.1.1
- netmask 255.255.255.0

2. Komputer dengan OS Ubuntu Desktop 7.10 sebagai Gateway dengan 2 Ethernet Card
Ethernet Card:
- eth0 tersambung ke ISP
IP 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.155

- eth1 tersambung ke swicth / LAN
IP 192.168.0.1
netmask 255.255.255.0
gateway: kosongkan
DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.155

3. Switch 24 Port

4. Klien dengan OS Ubuntu Desktop 7.04 dengan aturan IP- IP mulai 192.168.0.2 s/d 192.168.0.254

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.0.1

DNS 202.134.2.5, 202.134.0.155

Konfigurasi untuk Internet Sharing nya dengan Ubuntu Desktop 7.10,

Isikan nilai seperti ketentuan di atas dimana

- eth0 tersambung ke ISP

IP 192.168.1.2

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.1.1

DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.155

- eth1 tersambung ke swicth/LAN

IP 192.168.0.1

netmask 255.255.255.0

gateway: kosongkan

DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.15

5. Edit file /etc/resolv.conf dan isikan

nameserver 202.134.2.5

nameserver 202.134.0.155

Lanjutkan dengan mengedit file /etc/network/interfaces, diisi seperti ini

auto eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.1.2

netmask 255.255.255.0

network 192.168.1.0

broadcast 192.168.1.20

gateway 192.168.1.1

auto eth1

iface eth1 inet static

address 192.168.0.1

netmask 255.255.255.0

network 192.168.0.0

broadcast 192.168.0.255

Kemudian aktifkan ip_forward,

dengan mengedit file /etc/sysctl.conf

net.ipv4.ip_forward = 1

atau dengan cara

sudo bash echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Aktifkan NAT dengan iptables

sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

Restart network

sudo /etc/init.d/networking restart

Pasang IPMASQ dan DNSMASQ untuk caching NS

sudo apt-get install dnsmasq ipmasq

Untuk mengkonfigurasi IPMASQ

sudo dpkg-reconfigure ipmasq

dan DNSMASQ

sudo vim /etc/dnsmasq.conf

Jalankan DNSMASQ

sudo /etc/init.d/dnsmasq start

Selesai…

April 6, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | No Comments Yet

Install Billing Warnet cclfox di ubuntu

Install Billing Warnet cclfox di ubuntu

Buattemen-temen yang ingin menggunakan Billing warnet Cafe Con Leche, akusudah menerjemaahkan ulang dan membuat paket debian untuk Ubuntu/Debian

Paket debian program CCL versi bahasa indonesia:
1. libccls_0.7.1-2_i386.deb => Pustaka Billing Warnet Server
2. cclfox_0.7.1-2_i386.deb => Billing Warnet Server
3. libcclc_0.7.1-2_i386.deb => Pustaka Billing Warnet Client
4. cclcfox_0.7.1-2_i386.deb => Billing Warnet Client
Bisa kamu download di http://www.esnips.com/web/CafeConLencheDependencies yang diperlukan

  • sqlite3
  • glib2.0
  • libfox-1.6-0
  • openssl

Pada Client & Server jalankan perintah berikut:

$ sudo apt-get install sqlite3 libsqlite3-dev

$ sudo apt-get install libfox-1.6-0

$ sudo apt-get install libglib2.0-dev

$ sudo apt-get install libssl-dev

Edit /etc/ld.so.conf :
$ gksudo gedit /etc/ld.so.conf
dan tambahkan baris-baris berikut :
/usr/lib
/usr/local/lib

Lalu jalankan perintah :
$ sudo ldconfig


Billing Server

Billing Warnet CCL Server
Untuk Billing warnet server download file berikut
libccls_0.7.1-2_i386.deb
cclfox_0.7.1-2_i386.deb

download ke home folder dan install:
$ sudo dpkg -i libccls_0.7.1-2_i386.deb
$ sudo dpkg -i cclfox_0.7.1-2_i386.deb

lalu jalankan Server Billing CCL dengan perintah:
cclfox -nossl


Billing Client

Untuk Billing warnet client download file berikut
libcclc_0.7.1-2_i386.deb
cclcfox_0.7.1-2_i386.deb
download ke home folder dan install:
$ sudo dpkg -i libcclc_0.7.1-2_i386.deb
$ sudo dpkg -i cclcfox_0.7.1-2_i386.deb

lalu jalankan Client Billing CCL dengan perintah:
cclcfox -host 192.168.0.254 -name WS1 -nossl

Setting Tarif normal dan paket pada CCL, juga tips dan trik menyusul

Selamat mencoba )

April 6, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Komunikasi yang Sehat Antara Pemimpin dan Karyawan

Komunikasi yang Sehat Antara Pemimpin dan Karyawan

Host: Di tema-tema sebelumnya kita pernah membahas sekilas tentang komunikasi. Sebenarnya seperti apakah komunikasi yang sehat itu?
Narasumber: Bicara tentang komunikasi, yang pertama berarti kita berbicara tentang sesuatu yang dapat dipahami oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam komunikasi itu sendiri. Karena apa gunanya kita berkata bahwa kita sudah mengkomunikasikan sesuatu, jika apa yang kita ingin komunikasikan tersebut tidak bisa dipahami oleh orang yang kita ajak berkomunikasi. Itu sebabnya dalam berkomunikasi yang sehat kita perlu mempergunakan bahasa-bahasa/istilah-istilah yang bisa dipahami pihak-pihak yang bersangkutan. Sebagai contoh: jika saya adalah seorang pengusaha dan saya berusaha untuk berkomunikasi dengan seorang dokter – mungkin saya ingin menyampaikan apa yang menjadi sudut pandang saya sebagai seorang pengusaha – mau tidak mau saya harus mencoba membahasakannya dengan istilah-istilah atau kata-kata yang umum dan dipahami bagi para dokter, sehingga apa yang saya ingin komunikasikan dapat dengan mudah dipahami oleh dokter yang saya ajak berkomunikasi. Aspek kedua yang juga sangat penting dalam berkomunikasi yang sehat adalah komunikasi yang dilakukan harus bersifat konstruktif. Maksudnya, komunikasi tersebut lebih menonjolkan sisi positif dari apapun yang kita ingin sampaikan. Dalam komunikasi yang konstruktif ada arahan atau petunjuk-petunjuk yang diberikan; kalaupun ada teguran, teguran tersebut diberikan tidak secara destruktif. Kesalahan yang ada tetap dikoreksi, tetapi tidak dengan menyerang atau mengintimidasi orang yang melakukan kesalahan itu, melainkan dengan memberitahukan kepada orang yang bersangkutan bagaimana agar mereka dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. Jika ada di antara Hearlisteners yang mungkin berkata, “Saya sering mengalami perlakuan yang mengintimidasi, menekan ataupun menyerang dari pemimpin saya,” sebelum kita membicarakan hal ini lebih dalam lagi, ada baiknya kita mengevaluasi diri terlebih dahulu mengapa hal itu bisa terjadi. Karena sepanjang yang saya tahu, jika komunikasi antara pemimpin dan karyawan terjadi dengan baik, saya rasa tidak ada satu pemimpimpun yang ingin terus mengintimidasi karyawannya. Kalaupun kita memang kebetulan bekerja di satu perusahaan yang pemimpinnya lebih suka mengintimidasi dari pada memberikan kata-kata dorongan, mungkin Anda bisa mempertimbangkan lebih lanjut karena kondisi kerja yang seperti itu tidak akan sehat. Orang yang terus menerus bekerja di bawah tekanan atau intimidasi tidak akan berakibat baik bagi orang yang bersangkutan, apalagi jika ia sudah berusaha melakukan yang terbaik dan berusaha untuk membangun komunikasi, namun kondisi tetap tidak mengalami perubahan. Saya menyarankan, jangan buru-buru mengambil keputusan tapi lakukanlah evaluasi terlebih dahulu, karena keputusan yang diambil secara emosional hanya akan membuat kita sendiri menyesal di kemudian hari.

Host: Berarti, dalam komunikasi yang konstruktif tadi ada unsur memotivasi, Pak?
Narasumber: Betul, karena apabila kita berbicara tentang komunikasi yang sifatnya konstruktif atau membangun, artinya apa yang sudah dikerjakan oleh karyawan kita, kita evaluasi. Jika hasilnya ternyata buruk, mau tidak mau kita harus berkata: buruk dan kita mulai memberikan arahan lebih lanjut apa yang harus dilakukan; Ketika pekerjaan dari karyawan yang bersangkutan sudah mulai membaik, sebagai pemimpin kita harus bisa berkata: pekerjaanmu sudah mulai membaik. Kalau ternyata hasilnya sangat baik, kitapun perlu memuji: pekerjaanmu sangat bagus, terus pertahankan; dengan demikian, si karyawan sendiri akan merasakan adanya sense of achievement. Di sisi yang lain, jika ternyata pemimpin masih mencela atau memberikan teguran, sebagai karyawan kita tidak boleh berputus asa apalagi sampai memiliki ganjalan di hati kita, karena itu akan merugikan kita sendiri. Setiap kali kita menyimpan konflik di dalam pekerjaan, otomatis pekerjaan kita tidak akan bisa maksimal.

Host: Di banyak perusahaan, bisa dibilang faktor komunikasi ini masih tidak terlalu diperhatikan. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Narasumber: Sebetulnya, sebuah perusahaan seharusnya mengikuti standar prosedur yang selayaknya, di mana dalam sebuah perusahaan ada yang namanya staf HRD (Human Resources Development). Namun seringkali perusahaan yang jumlah karyawannya belum terlalu banyak merasa belum membutuhkan seorang staf HRD. Dan kalaupun perusahaan yang cukup besar belum memiliki staf HRD, seharusnya ada salah satu dari karyawan yang ada yang difungsikan ganda untuk menjadi HRD ini. Apa tujuannya? Untuk mengkomunikasikan apa yang pemimpin inginkan kepada para karyawan atau sebaliknya. Jika komunikasi 2 arah ini bisa terus berlangsung, saya yakin semuanya akan menjadi jauh lebih baik, karena bagaimanapun juga dalam sebuah perusahaan kita seperti sedang melakukan sebuah kerja tim, baik antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain maupun antara karyawan dengan pemimpin. Di sinilah komunikasi yang sehat sangat dibutuhkan. Dengan adanya seorang staf HRD, ia akan bisa menjadi jembatan penghubung.

Host: Kalau begitu, bagaimana caranya agar antara pemimpin dan karyawan bisa terbangun sebuah komunikasi yang baik? Langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan?
Narasumber: Sebetulnya sederhana; dari pihak pemimpin, pemimpin hanya perlu menyampaikan apa yang ia inginkan dan memperjelas apa yang ia harapkan kepada karyawannya, lalu dari pihak karyawan, karyawan hanya tinggal melakukan apa yang telah disampaikan oleh pmimpin. Selama pemimpin terus memberikan apa yang menjadi hak karyawan dan karyawan selalu mengerjakan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, maka segala sesuatunya akan berlangsung dengan sangat baik dan komunikasi akan menjadi sangat sehat. Alasan mengapa bisa terjadi demonstrasi di sebuah perusahan adalah karena seringkali karyawan merasa apa yang menjadi haknya tidak diberikan oleh pemimpinnya, sementara sang pemimpin terus menuntut karyawan untuk melakukan kewajibannya. Selama pemimpin bisa menyampaikan apa yang ia harapkan dan dipahami oleh karyawannya, dan di sisi yang lain pemimpin memberikan apa yang menjadi hak karyawan dan karyawan melakukan kewajibannya, segala sesuatunya pasti akan berjalan dengan baik.

Host: Jika antara pemimpin dan karyawan telah terlanjur terjadi sebuah communication gap, bagaimana cara kita menanggulangi communication gap ini selain dengan merekrut seorang staf HRD seperti yang tadi Bapak katakan?
Narasumber: Sebenarnya yang paling dibutuhkan adalah niat baik untuk terjadinya pemulihan komunikasi. Kita bisa saja memiliki seorang staf HRD, namun jika niat baik itu tidak ada, maka yang akan menjadi pusing justru staf HRD yang ada. Ketika masing-masing pihak – minimal salah satu pihak – memiliki niat baik untuk terjadinya sebuah komunikasi, jalan untuk terjadinya pemulihan akan jauh lebih mudah. Seandainya kita mulai memposisikan diri dengan tepat dan menghargai orang lain sesuai dengan posisi mereka masing-masing, yang namanya membangun komunikasi akan menjadi jauh lebih mudah. Jika inisiatif untuk membangun komunikasi datang dari seorang pemimpin, tindakan pemimpin yang merendahkan hati untuk dapat membangun komunikasi dengan karyawannya tersebut akan membuat karyawan sekeras atau sulit apapun menjadi mulai terbuka, dan demikian pula sebaliknya.

Host: Berarti, kemampuan komunikasi yang kita miliki besar pengaruhnya terhadap kinerja, Pak?
Narasumber: Sangat besar. Itu sebabnya, adalah penting untuk setiap kita, baik sebagai pemimpin mupun karyawan, terus mengasah kemampuan kita dalam berkomunikasi. Karena ketika kita gagal untuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikiran kita – apa yang menjadi tujuan maupun pengharapan kita, akan selalu terjadi miscommunication, bahkan lebih parah lagi bisa terjadi misunderstanding (kesalahpahaman).

Host: Lalu hal-hal apa saja yang berpotensi untuk merusak komunikasi yang baik antara pemimpin dan karyawan?
Narasumber: Hal pertama dan yang paling berbahaya adalah asumsi negatif, karena sekali kita memiliki asumsi negatif tentang lawan bicara kita, secara otomatis komunikasi yang akan terbangun tidak akan bersifat konstruktif melainkan mulai bersifat menyerang dan menjatuhkan. Jadi, jangan biarkan ada asumsi-asumsi negatif dalam diri kita tentang orang yang sedang kita ajak berkomunikasi tetapi milikilah sudut pandang yang selalu positif. Selain asumsi negatif, hal kedua yang dapat merusak komunikasi adalah cara berkomunikasi yang keliru; intonasi yang keliru dapat menciptakan pemahaman yang keliru. Yang ketiga, pemilihan kata. Dalam berkomunikasi, jangan mempergunakan kata-kata yang kasar atau bersifat merendahkan tetapi pakailah kata-kata yang lebih sopan dan etis. Kadangkala dalam kondisi yang emosional – terlebih lagi jika kita merasa memiliki posisi penting tertentu dan ada pada pihak yang tidak bersalah – intonasi dan pemilihan kata yang kita gunakan jadi salah. Karena itu ada istilah yang berkata: Hati boleh panas, tetapi kepala harus tetap dingin. Maksudnya adalah, meskipun kita sedang tersinggung, kita harus tetap menyadari siapa diri kita sesungguhnya – harkat martabat kita. Dengan kita menyadari hal tersebut, akan jauh lebih mudah untuk kita dapat menguasai diri, betapapun marahnya kita.

Host: Berkaitan dengan cara berbicara tadi, tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan berbicara yang dikenal dengan istilah ‘sarkastis’ – berbicara dengan kata-kata yang menyakitkan, menyindir, menyinggung, dll. Apa penyebabnya?
Narasumber: Hal itu bisa disebabkan karena orang yang bersangkutan menyimpan berbagai konflik batin ataupun gejolak emosi negatif, sehingga apapun yang keluar dari mulutnya pasti tidak jauh berbeda dari apa yang ada di hatinya. Selama konflik yang ada di dalam hatinya tersebut tidak dituntaskan, kata-kata yang ia pakai juga dengan sendirinya akan penuh dengan kenegatifan, kata-kata yang menyakitkan/merendahkan. Penyebab kedua adalah karena hal tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan dalam hidupnya dan tidak ada orang yang mengoreksi kebiasaannya tersebut, sehingga ia menganggap apa yang ia lakukan tersebut tidak salah. Dengan kata lain kebiasaan tersebut sudah menjadi bagian dari mentalitasnya, sehingga untuk mengalami perubahan kadangkala dibutuhkan sebuah ‘benturan’ yang menyakitkan. ‘Benturan’ yang menyakitkan itupun dapat menimbulkan dua respon: jika orang tersebut tidak memiliki keterbukaan, ia justru akan menjadi semakin kasar dan lebih parah dari yang sebelumnya, tetapi orang yang memiliki hati dan pikiran yang terbuka akan menyadari bahwa apa yang ia lakukan selama ini ternyata menyakiti orang-orang lain.

Host: Tadi Bapak sebutkan bahwa salah satu faktor perusak komunikasi adalah asumsi negatif. Asumsi negatif itu sendiri bisa disebabkan karena kita menerima informasi yang negatif tentang seseorang dari orang lain ataupun karena perlakuan buruk yang kita terima dari seseorang sehingga akhirnya terbentuklah suatu asumsi yang negatif dalam diri kita tentang orang tersebut. Lalu bagaimana caranya agar dalam membangun hubungan dengan seseorang, kita dapat menanggulangi asumsi negatif yang terlanjur terbentuk dalam diri kita tentang orang tersebut, meskipun ternyata asumsi negatif yang kita miliki memang terbukti benar?
Narasumber: Jika kita mendapati bahwa apa yang menjadi asumsi negatif itu ternyata benar, untuk kita bisa tetap memiliki komunikasi yang sehat, kita harus mencoba untuk tetap memiliki prasangka yang positif atau memiliki sebuah pengharapan yang positif bahwa orang yang kita ajak berkomunikasi ini pasti sekali waktu akan mengalami perubahan. Di sisi yang lain, kita juga harus memiliki sebuah gambaran kenyataan bahwa bagaimanapun juga, kita semua saling membutuhkan, walaupun mungkin ada dugaan-dugaan negatif tentang orang yang kita ajak berkomunikasi. Selama dugaan negatif tersebut masih dalam batas-batas toleransi, sebetulnya kita bisa mencoba untuk mengacuhkan atau menyingkirkan asumsi-asumsi negatif yang ada, kecuali jika asumsi negatif tersebut sudah mulai menjurus ke hal-hal yang ‘membahayakan’.

Host: Kita sering mendengar istilah ‘bawel otodidak’ atau orang-orang yang disebut fasih berbicara. Apakah orang-orang yang ‘bawel otodidak’ tersebut bisa disamakan dengan orang yang memiliki kemampuan komunikatif?
Narasumber: Sebetulnya orang yang bawel atau cerewet tidak bisa 100% disamakan dengan orang yang komunikatif. Ada orang-orang tertentu yang kebawelannya justru membuat orang-orang di sekitarnya menjadi bingung, tapi setidaknya ia memiliki modal yang tinggal diasah dan diperlengkapi dengan kata-kata yang tepat dan pengetahuan yang lebih luas, sehingga apa yang ia ucapkan menjadi lebih ‘berbobot’. Karena selama ini konotasi yang ada tentang orang yang bawel atau cerewet adalah orang yang banyak kata-kata tapi sedikit maknanya, atau dengan kata lain tong kosong nyaring bunyinya. Jadi, alangkah baiknya jika orang-orang yang dikategorikan ‘bawel’ ini mulai diperlengkapi dengan pengetahuan yang berguna, sehingga ketika ia mulai memunculkan sifat ‘kebawelannya’, ia bisa memunculkan kata-kata yang dapat menginspirasi orang lain, memotivasi ataupun memberikan dorongan bagi orang lain, karena kata-katanya yang kaya dengan hikmat, pengetahuan, dan kaya akan makna.

Host: Mengapa seseorang yang bahkan sudah memiliki kemampuan yang bagus dalam berkomunikasi, ketika berhadapan dengan seorang pemimpin, terutama pemimpin yang berwibawa, seringkali bisa menjadi gagap dan kehilangan kata-kata yang tadinya sudah ia persiapkan? Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
Narasumber: Memang ada orang-orang tertentu yang jika berbicara di kalangan rekan-rekan sepantarannya atau orang-orang yang berada pada level di bawahnya – baik secara posisi maupun kematangan – bisa disebut sebagai pembicara yang handal. Tetapi ketika ia bertemu dengan seseorang yang ia teladani dan hormati – orang yang berwibawa tadi, biasanya rasa groginya segera muncul sehingga kata-katanya menjadi berantakan. Kalau ditanya mengapa hal ini bisa terjadi, penyebabnya adalah karena faktor psikologis.

Host: Apakah hal itu bisa diatasi?
Narasumber: Bisa, karena ini hanya faktor jati diri dan gejolak emosional saja, mungkin sakit semangatnya karena bertemu dengan orang yang dia ‘idolakan’. Sama seperti beberapa waktu yang lalu ketika salah satu stasiun televisi mengadakan acara yang mempertemukan seorang artis dengan salah satu fansnya. Di situ kita bisa melihat bagaimana seseorang bisa menangis begitu rupa hanya karena bertemu dengan artis yang dia idolakan, yang disebabkan karena gejolak emosional yang dia miliki. Nah, untuk menanggulanginya dia hanya perlu menetralisir atau mengendalikan emosinya. Cara termudah untuk mengendalikan emosi atau meng-handle diri kita secara psikologis ketika bertemu dengan orang yang sangat kita hargai atau hormati adalah dengan kita mengimajinasikannya terlebih dahulu. Jadi sebelum kita bertemu dengan orang tersebut, kita membayangkan terlebih dulu – jadi jangan hanya merancangkan tapi mulailah bayangkan atau imajinasikan – apa yang akan kita ucapkan dan lakukan pada waktu kita bertemu dengan orang tersebut, bagaimana sikap dan tindakan kita, dan kata-kata apa yang kita akan ucapkan. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mengajarkan tentang teknik afirmasi; sebetulnya ini adalah salah satu bagian dari teknik afirmasi, di mana kita mencoba menata kembali alam bawah sadar kita. Rasa grogi dan gejolak emosional muncul ketika bertemu dengan orang yang kita hargai sebetulnya disebabkan karena di alam bawah sadar kita, telah tersimpan semacam memori atau prinsip-prinsip tertentu yang memicu gejolak emosi tersebut setiap kali ada situasi-situasi tertentu yang tiba-tiba muncul di depan kita. Satu-satunya cara adalah dengan mengubah alam bawah sadar kita terlebih dahulu dengan cara membayangkan bagaimana ketika kita bertemu dengan orang yang kita hargai tersebut. Ketika kita melakukannya, kita seperti sedang mengedit atau mendesain ulang alam bawah sadar kita, sehingga ketika kita sungguh-sungguh bertemu dengan orang yang kita hargai tersebut, secara otomatis alam bawah sadar kita akan langsung bekerja sesuai dengan apa yang sudah kita imajinasikan. Untuk sesaat rasa grogi dan gejolak emosi mungkin masih akan muncul, tapi alam bawah sadar kita yang sudah didesain ulang akan segera muncul suatu perintah yang baru, yang membuat emosi kita jadi terkendali, cara berbicara dan sikap serta tingkah laku kita pun jadi teratur.

Host: Sebagai penutup, bagaimana kita bisa mengasah kemampuan komunikasi yang kita miliki?
Narasumber: Yang pertama, kita harus memiliki kata-kata yang cukup, karena komunikasi sangat erat kaitannya dengan kata-kata. Untuk bisa memiliki kosakata yang cukup, pastikan kita banyak membaca. Semakin banyak kita membaca, semakin kita akan memiliki kosakata yang memadai. Yang kedua, tidak ada salahnya kita mencoba untuk mengkonsep apa yang ingin kita bicarakan. Yang ketiga, banyak-banyaklah berlatih berkomunikasi; ceritakan apa yang ada dalam diri kita kepada orang-oranglain yang menjadi teman dekat kita, sehingga mereka akan bisa mengoreksi jika ada cara berbicara kita yang masih keliru.

Host:Adakah kesimpulan yang Bapak ingin sampaikan untuk Heartlisteners sore ini?
Narasumber: Satu kesimpulan dan pesan inspirasional untuk seluruh Heartlisteners: komunikasi akan membuat kita memiliki lebih banyak relasi, terlebih lagi jika kita mampu berkomunikasi dengan baik, musuh sekalipun akan bisa menjadi teman dan sahabat yang mendorong kita untuk memasuki kesuksesan yang lebih lagi.

April 6, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Website | | No Comments Yet

Hacking LiveCD Ubuntu

Dalam halaman ini akan di jelaskan bagaimana cara membuat Live CD yang berbasiskan Ubuntu dimana anda dapat menambah, mengurangi paket sehingga di harapkan Live CD yang di hasilkan dapat memenuhi kebutuhan anda.

Sistem Minimal yang di gunakan

Harddisk kosong sebesar 3 – 5 GB (semakin besar ruang kosong, semakin dianjurkan)
Memori 512MB dan swap 1 GB (semakin besar memori, semakin dianjurkan)

Paket squashfs-tools, dchroot dan mkisofs

Program Virtualisasi semacam Qemu, VirtualBox, VM Ware dan lainya
Berkas ISO Ubuntu Live CD Desktop

Proses

Pertama, anda harus menginstall paket-paket yang di butuhkan seperti Paket squashfs-tools, dchroot dan mkisofs. untuk itu anda harus melakukan instalasi paket-paket tersebut

sudo apt-get install squashfs-tools dchroot mkisofs qemu

Langkah selanjutnya adalah meload module squashfs

sudo modprobe squashfs

Menyalin berkas yang di butuhkan

Siapkan ISO dari Ubuntu Desktop Live CD anda, kemudian salin berkas yang di butuhkan

sudo mount -o loop ubuntu-7.10-desktop-i386.iso /media/cdrom
mkdir extract-cd
rsync –exclude=/casper/filesystem.squashfs -a /media/cdrom/ extract-cd

Ekstrak Sistem Desktop

Mount berkas sistem squashfs

mkdir squashfs
sudo mount -t squashfs -o loop mnt/casper/filesystem.squashfs squashfs

Extract isi squashfs kedalam direktori ‘edit’

mkdir edit
sudo cp -a squashfs/* edit/

Persiapan dan menggunakan chroot

Jika anda ingin menggunakan jaringan, lakukan langkah berikut

sudo cp /etc/resolv.conf edit/etc/
sudo cp /etc/hosts edit/etc/
sudo chroot edit
mount -t proc none /proc
mount -t sysfs none /sys
export HOME=/root
export LC_ALL=C
exit

Kustomisasi

Akan di jelaskan beberapa tips untuk meng-kustom CD Live Ubuntu

APT-Get

Anda dapat menambah dan mengurangkan paket-paket yang ada dalam edit dengan perintah apt,aptitute dan dpkg. Untuk menyesuaikan daftar repository antara mesin utama dengan edit maka lakukan perintah berikut:

sudo cp /etc/apt/sources.list edit/etc/apt/sources.list
sudo chroot edit
apt-get update && apt-get upgrade
apt-get install nama_paket_yang_akan_dipasang

hal ini berguna untuk menyamakan sumber paket dari system chroot dan sistem utama anda, alangkah lebih baiknya apabila anda mempunyai repository sendiri dalam sistem anda, sehingga sistem chroot dapat mengakses repository anda dan menghemat bandwidth.

Anda dapat melihat paket yang telah terpasang di edit dengan cara:

dpkg-query -W –showformat=’${Installed-Size} ${Package}n’ | sort -nr | less

Jika anda menginginkan untuk membuang beberapa paket lakukan selalu dengan purge agar supaya paket benar-benar di bersihkan

apt-get remove –purge paket_yang_akan_dibuang

ingat, banyaknya paket yang di pasang akan mengakibatkan besarnya berkas iso yang di hasilkan. dan banyaknya paket yang di kurangi boleh jadi akan mengurangi kinerja, mohon di perhatikan dependensi/ketergantungan paket yang akan di buang. Perhatikan pula banyaknya paket yang terpasang, semakin banyak paket maka pada saat dijalankan LiveCD akan membutuhkan memori yang besar yang menyebabkan LIveCD tidak dapat di booting di karenakan Over load

Gambar Latar untuk GNOME

Umumnya Gambar latar pada desktop ada pada:

/usr/share/gnome-background-properties/ubuntu-wallpapers.xml dan

/etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml

Seumpama anda punya gambar latar warty-final-ubuntu.png maka salinlah gambar latar anda di /usr/share/backgrounds/ kemudian ubah harga string pada berkas /etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml hingga menjadi

<dir name=”background”>
<entry name=”picture_filename” mtime=”1201195198″ type=”string”>
<stringvalue>/usr/share/backgrounds/warty-final-ubuntu.png</stringvalue>
</entry>
</dir>

Kemudian simpan berkas tersebut

Ikon untuk GNOME

Anda dapat menambahkan ikon kesayangan anda ke dalam sistem LiveCD baru anda, ada dua metode untuk mendapatkan ikon baru:

Salin secara manual. Ikon yang terdapat dalam sistem anda terdapat di ~/.icons dan /usr/share/icons. Atau anda dapat menambah ikon yang terdapat dalam situs gnome-art dan menyalinya ke /usr/share/icons
APT-Get

Seumpama anda ingin sistem chroot dalam edit menggunakan ikon Docang maka langkahnya adalah sebagai berikut

sudo cp -R /usr/share/icons/Docang/ edit/usr/share/icons/

kemudian ubah harga string berkas /etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml menjadi

<entry name=”icon_theme” mtime=”1201195198″ type=”string”>
<stringvalue>Docang</stringvalue>
</entry>

Kemudian simpan berkas tersebut

Tema GNome

Anda dapat menambahkan theme GNome anda pada sistem LiveCD baru anda. Metodenya hampir sama dengan pemasangan ikon.

Seumpama anda ingin sistem chroot dalam edit menggunakan tema Docang maka langkahnya adalah sebagai berikut:

sudo apt-get install docang-theme

atau

sudo cp -R /usr/share/themes/Docang edit/usr/share/themes/

kemudian ubah harga string berkas /etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml menjadi

<entry name=”gtk_theme” mtime=”1201195198″ type=”string”>
<stringvalue>Docang</stringvalue>
</entry>

Kemudian simpan berkas tersebut

Mengubah bahasa default pada gfxboot

Untuk pengubahan ini harus dilakukan di luar chroot

sudo -s
apt-get install dpkg-dev
apt-get source gfxboot-theme-ubuntu gfxboot
cd gfxboot-theme-ubuntu*/
make DEFAULT_LANG=id
sudo cp -af boot/* ../extract-cd/isolinux/
exit

Batasan Kustomisasi

Setelah anda mengkustomisasi, pastikan bahwa tidak ada pengguna yang mempunyai UID >=1000. Bila tidak image anda tidak dapat di booting karena tidak ada pengguna yang tersedia (lihat /usr/lib/user-setup/functions.sh dan /usr/lib/user-setup/user-setup-apply). Di dalam chroot lakukan perintah:

grep ‘^[^:]*:[^:]*:[1-9][0-9][0-9][0-9]:’ /etc/passwd
grep ‘^[^:]*:[^:]*:[12][0-9][0-9][0-9][0-9]:’ /etc/passwd

Apabila anda berhasil, cobalah untuk mengganti UID:

usermod -u 500 $hit

Kustomisasi Lanjut

Anda dapat melakukan Kustomisasi Lanjut terhadap sistem chroot Live CD anda

Kernel Live CD

Anda dapat mengubah kernel pada sistem chroot Live CD anda dengan menyalin vmlinuz dan initrd yang kemudian di letakkan di extract-cd/casper (jangan lupa untuk ap-get pada kernel sebenarnya( salah satunya terdapat dalam livecd).

contoh:

sudo cp /boot/vmlinuz-2.6.22-14-386 extract-cd/casper/vmlinuz
sudo cp /boot/initrd.img-2.6.22-14-386 extract-cd/casper/initrd.gz

Boot init

Anda dapat mengubah berkas dalam /usr/share/initramfs-tools/scripts/casper-bottom/*. Sebagai contoh anda dapat mengubah nama host dan nama nengguna livecd

contoh:

sudo nano edit/usr/share/initramfs-tools/scripts/casper

kemudian sunting nama host dan nama user

sudo nano edit/usr/share/initramfs-tools/scripts/casper-bottom/10adduser

untuk mengubah kata sandi pengguna livecd

Membangun ulang initrd

Setelah anda memodifikasi kernel, skript init atau modul kenel terbaru, anda harus membangun ulang berkas initrd.gz dan menggantinya dalam direktori casper

sudo chroot edit
mkinitramfs -o /initrd.gz 2.6.22-14-386

Silakan keluar chroot dan pindahkan berkas tersebut kedalam extract-cd/casper:

exit
mv edit/initrd.gz extract-cd/casper/

Membersihkan

Pastikan anda membuang semua berkas sementara yang tidak di perlukanlagi, hal ini dikarenakan ruang dari CD terbatas. Contoh lama adalah berkas pengunduhan paket, dapat di bersihkan dengan:

apt-get clean

atau buang berkas sementara

rm -rf /tmp/*

atau pengaturan nama server

rm /etc/resolv.conf

sekarang umount (unmount) berkas sistem spesial dan keluar dari chroot:

umount /proc
umount /sys
exit

Membuat CD

Genarate ulang manifest

chmod +w extract-cd/casper/filesystem.manifest
sudo chroot edit dpkg-query -W –showformat=’${Package} ${Version}n’ > extract-cd/casper/filesystem.manifest
sudo cp extract-cd/casper/filesystem.manifest extract-cd/casper/filesystem.manifest-desktop
sudo sed -ie ‘/ubiquity/d’ extract-cd/casper/filesystem.manifest-desktop

Kompress berkas sustem

sudo rm extract-cd/casper/filesystem.squashfs
sudo mksquashfs edit extract-cd/casper/filesystem.squashfs

Atur nama imade dalam extract-cd/README.diskdefines

sudo vim extract-cd/README.diskdefines

Buang berkas md5sum.txt dan kalkulasikan lagi berkas md5sums

sudo -s
rm extract-cd/md5sum.txt
cd extract-cd && find . -type f -print0 | xargs -0 md5sum > md5sum.txt
exit

Membuat ISO

cd extract-cd
sudo mkisofs -r -V “$IMAGE_NAME” -cache-inodes -J -l -b isolinux/isolinux.bin -c isolinux/boot.cat -no-emul-boot -boot-load-size 4 -boot-info-table -o ../ubuntu-7.10.1-desktop-i386-custom.iso .

Mengetes CD

Test menggunakan qemu emulator

qemu -cdrom ubuntu-7.10.1-desktop-i386-custom.iso -boot d

Anda dapat menggunakan program lain seperti VirtualBox, Vmware

Membakar berkas ISO ke CD

Mudah! lakukan:

cdrecord dev=/dev/cdrom ubuntu-7.10.1-desktop-i386-custom.iso

Referensi

https://help.ubuntu.com/community/InstallCDCustomization

https://help.ubuntu.com/community/LiveCDCustomization

Ubuntu Customization Kit

Reconstructor

http://flamerobin.blogspot.com/2006/05/creating-flamerobinfirebird-live-cd.html

http://www.atworkonline.it/%7Ebibe/ubuntu/custom-livecd.htm

http://lichota.net/%7Ekrzysiek/projects/kubuntu/dapper-livecd-optimization/
http://udienz.wordpress.com/2008/02/19/hacking-livecd-ubuntu/
diambil dari klas

thanx to mas udienz atas tulisanya

April 4, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | No Comments Yet

Linux sedikit mencoba untuk menjadikan dirinya sebagai anti virus bagi
Windows. Di dalamnya terdapat lebih dari 3 anti virus yang bisa di
update secara otomatis, Trinity. Linux ini memiliki fitur 3g NTFS,
sudah mensuport untuk baca dan tulis di NTFS, mantabh kan ??? Selain
itu fitur yang sangat membanggakan adalah, reset password administrator
windows xp dengan cepat dan amat mudah.

Silahkan diliat dulu screen shootnya :
http://trinityhome.org/Home/index.php?wpid=14&front_id=12

Kalo
mau didownload linknya ini mas/mba
:http://trinityhome.org/Home/index.php?pid=1&wpid=5&p_node=1&edit_pid=5&front_id=12

Silahkeun, jangan malu-malu. Jangan malu-maluin kaya b_scorpio… ups bcanda Boss !!
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori linux dengan judul Linux jadi Alternatif Anti Virus untuk Windows

Maret 12, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Senin, 2008 Januari 21
APTonCD on Official Ubuntu Feisty’s Repository

Get APT anywhere

Have you ever felt that there is no life without APT? Well, if you’d suddenly lost conection to the internet, how would you install new packages? What abo

ut dependencies? You’ve just finished installing Ubuntu and configured it to a rad look, with all your favorite applications? For some reason you now have to re-install it? Feel like you have to download all of your favorite programs again? What? You’ve already forgotten which packages you had dowloaded before?
What is APTonCD?

APTonCD is a tool with a graphical interface which allows you to create one or more CDs or DVDs (you choose the type of media) with all of the packages you’ve downloaded via APT-GET or APTITUDE, creating a removable repository that you can use on other computers.
APTonCD will also allow you to automatically create media with all of your .deb packages located in one especific repository, so that you can install them into your computers without the need for an internet conection.
With APTonCD you be able to…
Backup
Backup all downloaded packages (via apt-get, aptitude and synaptic) to restore later.
Transport
Take with you all your favorite packages, in a removable repository where you can install then all on anytime, anytime.
Download
Get an entire repository, or a specifc section. Simply point-and-click, and in few time you’ll have an CD(s) or DVD(s) with entire main, restricted, universe, multiverse, contrib, etc.
Share
Share your packages with your friends without Internet conection. Also, send a meta-package for him to install the same set of packages that you have.

Diposting oleh ubuntu7.04feistyfawn di 17:25 0 komentar

My Favourite Ubuntu 7.04 Alternate Install CD

Diposting oleh ubuntu7.04feistyfawn di 16:47 0 komentar

Get Ubuntu 7.04

Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn)
Select an image

Ubuntu is distributed on three types of images described below.
Desktop CD

The desktop CD allows you to try Ubuntu without changing your computer at all, and at your option to install it permanently later. This type of CD is what most people will want to use. You will need at least 256MB of RAM to install from this CD.

There are two images available, each for a different type of computer:
PC (Intel x86) desktop CD
For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
64-bit PC (AMD64) desktop CD
Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.
Server install CD

The server install CD allows you to install Ubuntu permanently on a computer for use as a server. It will not install a graphical user interface.

There are three images available, each for a different type of computer:
PC (Intel x86) server install CD
For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
64-bit PC (AMD64) server install CD
Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.
SPARC server install CD
For Sun UltraSPARC computers, including those based on the multicore UltraSPARC T1 (“Niagara”) processors.
Alternate install CD

The alternate install CD allows you to perform certain specialist installations of Ubuntu. It provides for the following situations:
creating pre-configured OEM systems;
setting up automated deployments;
upgrading from older installations without network access;
LVM and/or RAID partitioning;
installs on systems with less than about 256MB of RAM (although note that low-memory systems may not be able to run a full desktop environment reasonably).

In the event that you encounter a bug using the alternate installer, please file a bug on the debian-installer package.

There are two images available, each for a different type of computer:
PC (Intel x86) alternate install CD
For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
64-bit PC (AMD64) alternate install CD
Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.

Februari 11, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | No Comments Yet