Sebuah catatan kecil

semua bermula dari keinginan

Dial-Up Internet lewat HP/Ponsel CDMA/GSM di LINUX

Setting Dial-up via ponsel GSM dan CDMA di Linux, Internetan mudah, praktis, aman, dan efisien dengan HP di Linux Operating System.

Dial up CDMA (op: Starone, Flexi. Fren, whatever lah…)

Dial up GSM/GPRS/3G/HSDPA (op: Simpati, AS, IM3, Hallo, XL, de el el..)

Pertama, siapin HP dan konektornya/kabel ke komputer seperti kabel untuk nokia DKU-2, DKU5, dll. Trus colokin deh ke masing2 tempatnya.

Nah, sekarang instalasi hardware alias setting modem hp-nya di linux os. Sebenarnya Linux dengan kernel terbaru udah banyak masukin detail driver kebanyakan ponsel, dan linux pun sudah auto-detect hardware sendiri. Disini penulis praktekin dengan menggunakan komputer pentium4 2,0ghz, mem 256, OS Linux FedoraCore6 kernel 2.6.18-1.2798.fc6, desktop Manager KDE 3.5.4-10.fc6 dengan ponsel Nokia 6235 CDMA, kabel data DKU-2 (USB), dan ponsel Nokia 6260 dengan kabel data DKU-2 (USB)

Kalo udah di colokin kabelnya nah sekarang kita liat driver yang muncul ato di port mana ponsel kita terhubung dengan menggunakan perintah dmesg di konsole atau perintah dmesg dapat difilter dan diambil string usb nya saja dengan dmesg | grep usb atau juga pada Linux Ubuntu dengan perintah lsusb.

Atau lebih jelasnya kita liat di kinfocenter pada desktop Kmenu | System | KinfoCenter pada tab usb device atau juga di menu Hardware, banyak lah untuk mencari tau pada sistem Linux, tergantung pada base system yang digunakan.

Kalau modem ponsel telah terkoneksi, maka kita dapat setting Dial-up nya dengan program kppp yang terdapat di desktop Kmenu | Internet | KPPP .yang pertama diminta adalah kita memasukkan password super user / root . Kemudian pada kppp harus kita setting terlebih dahulu untuk dialupnya.

Klik tombol configure, kemudian pada tab Modems pilih New, pada tab device ketik modem name ¨CDMA¨ Modem device sesuai yang telah kita pantau hardware phone modem di atas, penulis menggunakan

modem device : /dev/ttyACM0

Flow Control : Hardware [CRTSCTS]

Line Termination : CR/LF

Speed Connection: 115200 (sesuai dengan bitrate operator selularnya)

Untuk settingan tab Modem klik modem commands kita dapat menambahkan perintah-perintah komunikasi antara komputer dengan modem. Khusus untuk ponsel CDMA kita harus menambahkan command at+crm=1 pada Initialization String 2 ,

dan untuk GSM/GPRS modem khususnya untuk indosat IM3 command Initialization String 2 adalah

at+cgdcont=1,”IP”,””satelindogprs.com”

untuk command yang lainnya biarkan default saja. Klik OK. Jika kita ingin melihat lebih jelas spesifikasi modem kita dapat klik Query Modem. Dan pada Terminal, kita dapat menjalankan modem secara konsole atau manual. Klik OK.

Setting modem telah selesai, kemudian kita setting Account pada tab Account. Klik New, membuat account baru, kemudian klik Manual Setup. Pada tab Dial:

Buat nama koneksi pada Connection Name, pada phone number, klik add untuk menambahkan nomor dial (ada dibawah ini dialup numbernya, dan biarkan settingan lainnya secara default.. klik OK setting telah selesai. KPPP siap menjalankan tugas sebagai dial-up Internet. Pilih connect to dan use modem. Untuk Login ID dan Password :

CDMA Operator

Dial-Up Number : #777

Indosat starone:

Login ID : starone

Password: indosat

TelkomFlexi:

Login ID : telkomnet@flexi

Password : telkom

GSM/GPRS/3G/HSDPA Operator:

Dial-Up Number : *99***1#

Indosat IM3:

Login ID : gprs

Password: im3

Telkomsel

Login ID : wap

Password: wap123

setelah memasukkan Login ID dan Password, klik Connect untuk memulai koneksi. Dan kita siap bertempur di dunia Internet via Dial-Up.

Sukses ya kawan kawan, semoga tulisan ini berguna untuk kita semua. Mohon petunjuk dari master2 linux please tambahin tulisan ini ya, karena masih banyak kurangnya dan bila ada kesalahan saya mohon maaf atau ada kritik dan saran please let me know yah… Terima kasih…

Sumber: – Hasil ngoprek mas ronal, bowo, ikhfan n arier Di rumah bowo tgl 16 Agustus 2007

- Oom Google

Triance

April 9, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux | | Belum Ada Tanggapan

Setting Internet Connection Sharing dengan Ubuntu Desktop 7.10

Internet/ISP<====>Server<====> Switch |<====> Klien

Keterangan:
1. ISP

- IP 192.168.1.1
- netmask 255.255.255.0

2. Komputer dengan OS Ubuntu Desktop 7.10 sebagai Gateway dengan 2 Ethernet Card
Ethernet Card:
- eth0 tersambung ke ISP
IP 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.155

- eth1 tersambung ke swicth / LAN
IP 192.168.0.1
netmask 255.255.255.0
gateway: kosongkan
DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.155

3. Switch 24 Port

4. Klien dengan OS Ubuntu Desktop 7.04 dengan aturan IP- IP mulai 192.168.0.2 s/d 192.168.0.254

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.0.1

DNS 202.134.2.5, 202.134.0.155

Konfigurasi untuk Internet Sharing nya dengan Ubuntu Desktop 7.10,

Isikan nilai seperti ketentuan di atas dimana

- eth0 tersambung ke ISP

IP 192.168.1.2

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.1.1

DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.155

- eth1 tersambung ke swicth/LAN

IP 192.168.0.1

netmask 255.255.255.0

gateway: kosongkan

DNS : 202.134.2.5, 202.134.0.15

5. Edit file /etc/resolv.conf dan isikan

nameserver 202.134.2.5

nameserver 202.134.0.155

Lanjutkan dengan mengedit file /etc/network/interfaces, diisi seperti ini

auto eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.1.2

netmask 255.255.255.0

network 192.168.1.0

broadcast 192.168.1.20

gateway 192.168.1.1

auto eth1

iface eth1 inet static

address 192.168.0.1

netmask 255.255.255.0

network 192.168.0.0

broadcast 192.168.0.255

Kemudian aktifkan ip_forward,

dengan mengedit file /etc/sysctl.conf

net.ipv4.ip_forward = 1

atau dengan cara

sudo bash echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Aktifkan NAT dengan iptables

sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

Restart network

sudo /etc/init.d/networking restart

Pasang IPMASQ dan DNSMASQ untuk caching NS

sudo apt-get install dnsmasq ipmasq

Untuk mengkonfigurasi IPMASQ

sudo dpkg-reconfigure ipmasq

dan DNSMASQ

sudo vim /etc/dnsmasq.conf

Jalankan DNSMASQ

sudo /etc/init.d/dnsmasq start

Selesai…

April 6, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | Belum Ada Tanggapan

Hacking LiveCD Ubuntu

Dalam halaman ini akan di jelaskan bagaimana cara membuat Live CD yang berbasiskan Ubuntu dimana anda dapat menambah, mengurangi paket sehingga di harapkan Live CD yang di hasilkan dapat memenuhi kebutuhan anda.

Sistem Minimal yang di gunakan

Harddisk kosong sebesar 3 – 5 GB (semakin besar ruang kosong, semakin dianjurkan)
Memori 512MB dan swap 1 GB (semakin besar memori, semakin dianjurkan)

Paket squashfs-tools, dchroot dan mkisofs

Program Virtualisasi semacam Qemu, VirtualBox, VM Ware dan lainya
Berkas ISO Ubuntu Live CD Desktop

Proses

Pertama, anda harus menginstall paket-paket yang di butuhkan seperti Paket squashfs-tools, dchroot dan mkisofs. untuk itu anda harus melakukan instalasi paket-paket tersebut

sudo apt-get install squashfs-tools dchroot mkisofs qemu

Langkah selanjutnya adalah meload module squashfs

sudo modprobe squashfs

Menyalin berkas yang di butuhkan

Siapkan ISO dari Ubuntu Desktop Live CD anda, kemudian salin berkas yang di butuhkan

sudo mount -o loop ubuntu-7.10-desktop-i386.iso /media/cdrom
mkdir extract-cd
rsync –exclude=/casper/filesystem.squashfs -a /media/cdrom/ extract-cd

Ekstrak Sistem Desktop

Mount berkas sistem squashfs

mkdir squashfs
sudo mount -t squashfs -o loop mnt/casper/filesystem.squashfs squashfs

Extract isi squashfs kedalam direktori ‘edit’

mkdir edit
sudo cp -a squashfs/* edit/

Persiapan dan menggunakan chroot

Jika anda ingin menggunakan jaringan, lakukan langkah berikut

sudo cp /etc/resolv.conf edit/etc/
sudo cp /etc/hosts edit/etc/
sudo chroot edit
mount -t proc none /proc
mount -t sysfs none /sys
export HOME=/root
export LC_ALL=C
exit

Kustomisasi

Akan di jelaskan beberapa tips untuk meng-kustom CD Live Ubuntu

APT-Get

Anda dapat menambah dan mengurangkan paket-paket yang ada dalam edit dengan perintah apt,aptitute dan dpkg. Untuk menyesuaikan daftar repository antara mesin utama dengan edit maka lakukan perintah berikut:

sudo cp /etc/apt/sources.list edit/etc/apt/sources.list
sudo chroot edit
apt-get update && apt-get upgrade
apt-get install nama_paket_yang_akan_dipasang

hal ini berguna untuk menyamakan sumber paket dari system chroot dan sistem utama anda, alangkah lebih baiknya apabila anda mempunyai repository sendiri dalam sistem anda, sehingga sistem chroot dapat mengakses repository anda dan menghemat bandwidth.

Anda dapat melihat paket yang telah terpasang di edit dengan cara:

dpkg-query -W –showformat=’${Installed-Size} ${Package}n’ | sort -nr | less

Jika anda menginginkan untuk membuang beberapa paket lakukan selalu dengan purge agar supaya paket benar-benar di bersihkan

apt-get remove –purge paket_yang_akan_dibuang

ingat, banyaknya paket yang di pasang akan mengakibatkan besarnya berkas iso yang di hasilkan. dan banyaknya paket yang di kurangi boleh jadi akan mengurangi kinerja, mohon di perhatikan dependensi/ketergantungan paket yang akan di buang. Perhatikan pula banyaknya paket yang terpasang, semakin banyak paket maka pada saat dijalankan LiveCD akan membutuhkan memori yang besar yang menyebabkan LIveCD tidak dapat di booting di karenakan Over load

Gambar Latar untuk GNOME

Umumnya Gambar latar pada desktop ada pada:

/usr/share/gnome-background-properties/ubuntu-wallpapers.xml dan

/etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml

Seumpama anda punya gambar latar warty-final-ubuntu.png maka salinlah gambar latar anda di /usr/share/backgrounds/ kemudian ubah harga string pada berkas /etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml hingga menjadi

<dir name=”background”>
<entry name=”picture_filename” mtime=”1201195198″ type=”string”>
<stringvalue>/usr/share/backgrounds/warty-final-ubuntu.png</stringvalue>
</entry>
</dir>

Kemudian simpan berkas tersebut

Ikon untuk GNOME

Anda dapat menambahkan ikon kesayangan anda ke dalam sistem LiveCD baru anda, ada dua metode untuk mendapatkan ikon baru:

Salin secara manual. Ikon yang terdapat dalam sistem anda terdapat di ~/.icons dan /usr/share/icons. Atau anda dapat menambah ikon yang terdapat dalam situs gnome-art dan menyalinya ke /usr/share/icons
APT-Get

Seumpama anda ingin sistem chroot dalam edit menggunakan ikon Docang maka langkahnya adalah sebagai berikut

sudo cp -R /usr/share/icons/Docang/ edit/usr/share/icons/

kemudian ubah harga string berkas /etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml menjadi

<entry name=”icon_theme” mtime=”1201195198″ type=”string”>
<stringvalue>Docang</stringvalue>
</entry>

Kemudian simpan berkas tersebut

Tema GNome

Anda dapat menambahkan theme GNome anda pada sistem LiveCD baru anda. Metodenya hampir sama dengan pemasangan ikon.

Seumpama anda ingin sistem chroot dalam edit menggunakan tema Docang maka langkahnya adalah sebagai berikut:

sudo apt-get install docang-theme

atau

sudo cp -R /usr/share/themes/Docang edit/usr/share/themes/

kemudian ubah harga string berkas /etc/gconf/gconf.xml.defaults/%gconf-tree.xml menjadi

<entry name=”gtk_theme” mtime=”1201195198″ type=”string”>
<stringvalue>Docang</stringvalue>
</entry>

Kemudian simpan berkas tersebut

Mengubah bahasa default pada gfxboot

Untuk pengubahan ini harus dilakukan di luar chroot

sudo -s
apt-get install dpkg-dev
apt-get source gfxboot-theme-ubuntu gfxboot
cd gfxboot-theme-ubuntu*/
make DEFAULT_LANG=id
sudo cp -af boot/* ../extract-cd/isolinux/
exit

Batasan Kustomisasi

Setelah anda mengkustomisasi, pastikan bahwa tidak ada pengguna yang mempunyai UID >=1000. Bila tidak image anda tidak dapat di booting karena tidak ada pengguna yang tersedia (lihat /usr/lib/user-setup/functions.sh dan /usr/lib/user-setup/user-setup-apply). Di dalam chroot lakukan perintah:

grep ‘^[^:]*:[^:]*:[1-9][0-9][0-9][0-9]:’ /etc/passwd
grep ‘^[^:]*:[^:]*:[12][0-9][0-9][0-9][0-9]:’ /etc/passwd

Apabila anda berhasil, cobalah untuk mengganti UID:

usermod -u 500 $hit

Kustomisasi Lanjut

Anda dapat melakukan Kustomisasi Lanjut terhadap sistem chroot Live CD anda

Kernel Live CD

Anda dapat mengubah kernel pada sistem chroot Live CD anda dengan menyalin vmlinuz dan initrd yang kemudian di letakkan di extract-cd/casper (jangan lupa untuk ap-get pada kernel sebenarnya( salah satunya terdapat dalam livecd).

contoh:

sudo cp /boot/vmlinuz-2.6.22-14-386 extract-cd/casper/vmlinuz
sudo cp /boot/initrd.img-2.6.22-14-386 extract-cd/casper/initrd.gz

Boot init

Anda dapat mengubah berkas dalam /usr/share/initramfs-tools/scripts/casper-bottom/*. Sebagai contoh anda dapat mengubah nama host dan nama nengguna livecd

contoh:

sudo nano edit/usr/share/initramfs-tools/scripts/casper

kemudian sunting nama host dan nama user

sudo nano edit/usr/share/initramfs-tools/scripts/casper-bottom/10adduser

untuk mengubah kata sandi pengguna livecd

Membangun ulang initrd

Setelah anda memodifikasi kernel, skript init atau modul kenel terbaru, anda harus membangun ulang berkas initrd.gz dan menggantinya dalam direktori casper

sudo chroot edit
mkinitramfs -o /initrd.gz 2.6.22-14-386

Silakan keluar chroot dan pindahkan berkas tersebut kedalam extract-cd/casper:

exit
mv edit/initrd.gz extract-cd/casper/

Membersihkan

Pastikan anda membuang semua berkas sementara yang tidak di perlukanlagi, hal ini dikarenakan ruang dari CD terbatas. Contoh lama adalah berkas pengunduhan paket, dapat di bersihkan dengan:

apt-get clean

atau buang berkas sementara

rm -rf /tmp/*

atau pengaturan nama server

rm /etc/resolv.conf

sekarang umount (unmount) berkas sistem spesial dan keluar dari chroot:

umount /proc
umount /sys
exit

Membuat CD

Genarate ulang manifest

chmod +w extract-cd/casper/filesystem.manifest
sudo chroot edit dpkg-query -W –showformat=’${Package} ${Version}n’ > extract-cd/casper/filesystem.manifest
sudo cp extract-cd/casper/filesystem.manifest extract-cd/casper/filesystem.manifest-desktop
sudo sed -ie ‘/ubiquity/d’ extract-cd/casper/filesystem.manifest-desktop

Kompress berkas sustem

sudo rm extract-cd/casper/filesystem.squashfs
sudo mksquashfs edit extract-cd/casper/filesystem.squashfs

Atur nama imade dalam extract-cd/README.diskdefines

sudo vim extract-cd/README.diskdefines

Buang berkas md5sum.txt dan kalkulasikan lagi berkas md5sums

sudo -s
rm extract-cd/md5sum.txt
cd extract-cd && find . -type f -print0 | xargs -0 md5sum > md5sum.txt
exit

Membuat ISO

cd extract-cd
sudo mkisofs -r -V “$IMAGE_NAME” -cache-inodes -J -l -b isolinux/isolinux.bin -c isolinux/boot.cat -no-emul-boot -boot-load-size 4 -boot-info-table -o ../ubuntu-7.10.1-desktop-i386-custom.iso .

Mengetes CD

Test menggunakan qemu emulator

qemu -cdrom ubuntu-7.10.1-desktop-i386-custom.iso -boot d

Anda dapat menggunakan program lain seperti VirtualBox, Vmware

Membakar berkas ISO ke CD

Mudah! lakukan:

cdrecord dev=/dev/cdrom ubuntu-7.10.1-desktop-i386-custom.iso

Referensi

https://help.ubuntu.com/community/InstallCDCustomization

https://help.ubuntu.com/community/LiveCDCustomization

Ubuntu Customization Kit

Reconstructor

http://flamerobin.blogspot.com/2006/05/creating-flamerobinfirebird-live-cd.html

http://www.atworkonline.it/%7Ebibe/ubuntu/custom-livecd.htm

http://lichota.net/%7Ekrzysiek/projects/kubuntu/dapper-livecd-optimization/

http://udienz.wordpress.com/2008/02/19/hacking-livecd-ubuntu/

diambil dari klas

thanx to mas udienz atas tulisanya

April 4, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | Belum Ada Tanggapan

Senin, 2008 Januari 21
APTonCD on Official Ubuntu Feisty’s Repository

Get APT anywhere

Have you ever felt that there is no life without APT? Well, if you’d suddenly lost conection to the internet, how would you install new packages? What abo

ut dependencies? You’ve just finished installing Ubuntu and configured it to a rad look, with all your favorite applications? For some reason you now have to re-install it? Feel like you have to download all of your favorite programs again? What? You’ve already forgotten which packages you had dowloaded before?
What is APTonCD?

APTonCD is a tool with a graphical interface which allows you to create one or more CDs or DVDs (you choose the type of media) with all of the packages you’ve downloaded via APT-GET or APTITUDE, creating a removable repository that you can use on other computers.
APTonCD will also allow you to automatically create media with all of your .deb packages located in one especific repository, so that you can install them into your computers without the need for an internet conection.
With APTonCD you be able to…
Backup
Backup all downloaded packages (via apt-get, aptitude and synaptic) to restore later.
Transport
Take with you all your favorite packages, in a removable repository where you can install then all on anytime, anytime.
Download
Get an entire repository, or a specifc section. Simply point-and-click, and in few time you’ll have an CD(s) or DVD(s) with entire main, restricted, universe, multiverse, contrib, etc.
Share
Share your packages with your friends without Internet conection. Also, send a meta-package for him to install the same set of packages that you have.

Diposting oleh ubuntu7.04feistyfawn di 17:25 0 komentar

My Favourite Ubuntu 7.04 Alternate Install CD

Diposting oleh ubuntu7.04feistyfawn di 16:47 0 komentar

Get Ubuntu 7.04

Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn)
Select an image

Ubuntu is distributed on three types of images described below.
Desktop CD

The desktop CD allows you to try Ubuntu without changing your computer at all, and at your option to install it permanently later. This type of CD is what most people will want to use. You will need at least 256MB of RAM to install from this CD.

There are two images available, each for a different type of computer:
PC (Intel x86) desktop CD
For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
64-bit PC (AMD64) desktop CD
Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.
Server install CD

The server install CD allows you to install Ubuntu permanently on a computer for use as a server. It will not install a graphical user interface.

There are three images available, each for a different type of computer:
PC (Intel x86) server install CD
For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
64-bit PC (AMD64) server install CD
Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.
SPARC server install CD
For Sun UltraSPARC computers, including those based on the multicore UltraSPARC T1 (“Niagara”) processors.
Alternate install CD

The alternate install CD allows you to perform certain specialist installations of Ubuntu. It provides for the following situations:
creating pre-configured OEM systems;
setting up automated deployments;
upgrading from older installations without network access;
LVM and/or RAID partitioning;
installs on systems with less than about 256MB of RAM (although note that low-memory systems may not be able to run a full desktop environment reasonably).

In the event that you encounter a bug using the alternate installer, please file a bug on the debian-installer package.

There are two images available, each for a different type of computer:
PC (Intel x86) alternate install CD
For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
64-bit PC (AMD64) alternate install CD
Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.

Februari 11, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | Belum Ada Tanggapan

Membuat repository ubuntu

Pertama
Masuk ke ubuntu lama. Copy file-file di folder /var/cache/apt/archives ke suatu tempat. Misalnya ke usb flash disk dan disimpan di folder repo.

Kedua

Install ulang ubuntunya. Fresh install kan?

Ketiga

Setelah install selesai copy file yg tadi disimpan flash disk ke direktory, misalnya /home/durahman/Desktop. Hingga hasil ahirnya jadi gini /home/guspur/Desktop/repo

Keempat

install program bantuan agar proses dpkg-scanpackages bisa di execute. Nama programnya dpkg-dev. Hanya di komputer dimana proses bikin local repo dilaksanakan;

sudo apt-get install dpkg-dev

Kelima

Buat file Packages.gz. Caranya masuk ke direktory yg membawahi folder repo lalu jalankan perintah scanpackages. Syntak lengkapnya;

cd /home/guspur/Desktop
sudo dpkg-scanpackages repo /dev/null | gzip -9c > repo/Packages.gz

Jangan ada salah ketik. Bahkan penempatan spasi harus tepat. Hasilnya akan terlihat seperti ini:

** Packages in archive but missing from override file: **
adesklets amaya apport apport-gtk arts atlantik avidemux blinken capplets-data clamav clamav-base clamav-freshclam dansguardian dosbox edict enscript fb-music-high ffmpeg firehol fluxbox frozenWrote 305 entries to output Packages file……

Selesai. Di folder /home/guspur/Desktop/repo disamping dipenuhi file *.deb sekarang ada file baru dengan nama Packages.gz. Local repo siap digunakan. Tinggal setting di komputer yg akan memanfaatkan repo ini.

 

Setting Di Komputer Pemakai (dlm kasus ini di komputer yg sama)

Edit file /etc/apt/sources.list. Edit dengan cara ngasih tanda pagar di awal baris untuk tiap-tiap alamat repo yg gak kepakai lalu tambahkan baris berikut;

deb file:///home/guspur/Desktop repo/

(menuliskan nama folder yg berisi repo harus pake spasi dan di tutup dengan tanda /)

Update repo;

suda apt-get update

Setup selesai. Install-install program yg dahulu ada di ubuntu lama sudah bisa dimulai. Kecepatannya pasti luar biasa karena reponya ada di local.

diambil dari komunitas ubuntu-id.org

Januari 4, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | Belum Ada Tanggapan

TutorialRepositoriLokalDariDVD

Tutorial ini cocok bagi Anda yang memiliki krieria sebagai berikut:
  1. Memiliki DVD Repository Ubuntu.

  2. Sudah bosan memasukkan dan mengeluarkan DVD.
  3. Memiliki ruang kosong pada harddisk yang cukup besar untuk menampung isi seluruh DVD Repository.
  4. Ingin menyalin DVD Repository ke harddisk dan menggunakannya langsung dari harddisk.
  5. Ingin dapat melakukan hal di atas dengan cepat dan mudah.

Pada dasarnya, hal yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Menyalin isi seluruh DVD yang ada.
  2. Mengatur aplikasi manajemen paket agar menggunakan repositori pada harddisk Anda.

Catatan: Tutorial ini merupakan bagian dari tutorial pembuatan repositori lokal. Silakan baca halaman tersebut jika Anda ingin mengetahui informasi lebih jauh tentang pembuatan repositori lokal.

 

Menyalin Isi DVD

  1. Agar repositori tertata dengan baik, buatlah sebuah direktori yang akan menampung isi dari seluruh direktori yang ada.

    Anda dapat melakukan ini dengan menggunakan Nautilus, Konqueror, mkdir, atau aplikasi kesukaan Anda lainnya yang dapat digunakan untuk membuat direktori.

    Sebagai contoh, direktori tempat Anda meletakkan repositori adalah /home/iang/ubuntu/gutsy.

  2. Buat sub-direktori untuk meletakkan isi DVD. Jumlah sub-direktori yang perlu dibuat adalah sebanyak jumlah DVD yang ada. Agar mudah, Anda dapat menggunakan angka untuk direktori ini.

    Sebagai contoh, jika Anda ingin menyalin isi DVD Repositori Ubuntu 7.10 “Gutsy Gibbon” yang terdiri dari 5 keping, maka buatlah sub-direktori 1, 2, 3, 4, dan 5 di bawah direktori repositori yang telah dibuat sebelumnya. Setelah kelima sub-direktori tersebut dibuat, Anda akan memiliki kelima direktori berikut.

    1. /home/iang/ubuntu/gutsy/1

    2. /home/iang/ubuntu/gutsy/2

    3. /home/iang/ubuntu/gutsy/3

    4. /home/iang/ubuntu/gutsy/4

    5. /home/iang/ubuntu/gutsy/5

  3. Salin isi dari masing-masing DVD ke dalam direktori yang sesuai. Direktori yang perlu disalin dari DVD ada dua, yaitu:
    1. dists/

    2. pool/

    Salinlah kedua direktori tersebut (beserta isinya) ke dalam direktori yang telah Anda buat sebelumnya pada langkah nomor 2.

 

Menggunakan Repositori

Setelah menyalin isi seluruh DVD, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengatur agar repositori yang baru Anda buat dapat digunakan oleh aplikasi manajemen paket.

Jika Anda berjiwa petualang dan ingin mengedit isi /etc/apt/sources.list secara manual, maka isilah berkas tersebut dengan format seperti berikut.

deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/1 gutsy main
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/2 gutsy main restricted multiverse
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/3 gutsy universe
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/4 gutsy universe
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/5 gutsy universe

Perhatian! Jangan asal copy-paste! Pastikan Anda telah melakukan perubahan sesuai dengan lokasi direktori repositori Anda maupun versi DVD Repository Ubuntu yang Anda miliki. Contoh di atas adalah untuk DVD Repository Ubuntu 7.10 “Gutsy Gibbon”.

Informasi mengenai isi setiap DVD Repository yang ada dapat dibaca di IsiDvdRepository.

 

Menggunakan Synaptic

Jika Anda ingin menggunakan Synaptic, lakukan langkah-langkah berikut untuk mengatur penggunaan repositori lokal yang ada.

  1. Buka Synaptic
  2. Klik menu Settings => Repositories

  3. Klik tab Third-Party Software
  4. Klik tombol Add

  5. Isilah setiap baris yang dicontohkan sebelumnya ke dalam kotak isian pada window yang muncul.

    Contoh:

  6. Ulangi langkah 5 sejumlah DVD yang ada.

Selain itu, Anda mungkin perlu mematikan penggunaan repositori dari Internet karena sudah tidak diperlukan lagi.

  1. Masih pada window konfigurasi Repositories pada Synaptic
  2. Klik tab Ubuntu Software
  3. Matikan seluruh checkbox yang ada.

    Contoh:

Setelah seluruh perubahan dilakukan, jangan lupa mengklik tombol Reload agar perubahan diterapkan.

Januari 4, 2008 Ditulis oleh goesspoerr | Linux, Ubuntu | | Belum Ada Tanggapan