– Operating System: Windows 2000, FreeBSD 4.8
– Handset: Nokia 3586 dengan kabel DKU-5 (Prolific Tech)

Saat awal diluncurkannya produk TelkomFlexi, saya sudah sangat tertarik dan ingin segera membeli handset dan berlangganan ke telkom, tanpa memperdulikan pro-kontra atas produk tersebut baik mengenai legalitas berkait dengan isu monopoli maupun aspek teknis sejauh mana telkom siap dengan layanan ini, maklum hampir setiap produk telkom selalu dimulai dengan gembar-gembor dahulu, siap belakangan. Sikap saya ini memang pragmatis sekali, karena di tempat saya, bontang, sangat terbatas sekali SST yang tersedia, dan di alamat saya tinggal SST sudah habis.

Namun karena harga handset CDMA masih terhitung mahal dibanding dengan sekelasnya pada type GSM, beberapa kali saya menundanya. Sampai akhirnya terpaksa saya harus beli karena hape GSM saya rusak, setelah saya banting karena emosi sehabis menerima telepon dari rekan.

Pilihan handset jatuh pada Nokia 3586 CDMA, yang sejak awal memang saya mengincarnya. Beberapa pertimbangan antara lain layar sudah berwarna, harga terjangkau kantong saya, dan merek Nokia. Walaupun belakangan saya ketahui dari kenalan di Telkom kalau menurut mereka lebih bagus memakai HP CDMA keluaran Korea, sebab perangkat TelkomFlexi adalah buatan Korea juga. Entahlah kebenarannya.

Saat mengikuti training Cisco di Surabaya, saya sempatkan pula membeli kabel usb DKU-5 untuk koneksi dengan PC. Teman training yang kebetulan dari divisi TelkomFlexi menyarankan membeli yang asli keluaran Nokia, dan sesuai informasi di WTC harganya sudah turun menjadi 300ribu rupiah (sebelumnya 500an ribu rupiah). Harga yang menurut ukuran kocek saya masih terbilang mahal mengingat dalam benak saya barang itu hanyalah kabel belaka. Walau ternyata saya ketahui kemudian bahwa DKU-5 bukan hanya kabel, melainkan terdapat chip di dalamnya.

Berkeliling WTC cukup membuat pusing untuk menentukan mana yang asli dari kabel-kabel DKU-5 yang ada di sana. Salah satu toko memberi harga 400ribu dengan fisik yang kelihatan asli. Toko yang lain mengklaim 300ribu, bahkan 250ribu. Akhirnya jatuh lah pilihan saya pada harga termurah 175ribu, karena otak saya masih berkesimpulan buat apa membeli mahal hanya untuk sebuah kabel. Namun saya membuat perjanjian jika tidak bisa dipakai akan saya kembalikan.

Kabel DKU-5 yang saya beli, saya coba di tempat training dan boom bisa dikenali Windows, dan bisa dipakai untuk konek internet. Ternyata kabel ini adalah produk dari Prolific Technology, yang merupakan kabel usb-to-serial. Artinya device USB yang diaksesnya seperti serial port COM1 atau COM2, lebih detil dari ini saya kurang faham.

Installasi pada Windows

Seperti lazimnya proses installasi software pada windows yang memiliki jurus utama klik “NEXT” sampai “FINISH”. Installasi driver DKU-5 sampai terhubung dengan internet terbilang mudah.

1. Masukkan CD-ROM yang disertakan saat pembelian kabel DKU-5. Run file DKU_5_1.EXE yang terdapat pada CD yang disertakan pada paket kabel. Ikuti saja wizardnya sampai driver kabel terinstall. Jika file tersebut tidak terdapat pada CD, anda harus mendownloadnya sendiri pada http://www.nokia-asia.com
Perhatikan saat melakukan installasi ini kabel jangan dihubungkan dulu ke port USB komputer, begitu saran dari manualnya.
2. Setelah selesai proses 1 dan komputer sudah direstart (jika diminta). Hubungkan kabel DKU-5 ke port USB komputer, dan Windows hardware wizard akan mengenali adanya device baru sebagai Prolific Serial-USB device. Ikuti proses wizard hingga selesai, biarkan komputer mencari file driver yang sesuai dari CD-ROM. Jika tidak menemukan Anda harus search ke internet untuk mendownload driver yang dimaksud.
3. Dengan kabel masih terhubung, melalui Control Panel > Phone & Modem (Win2K) atau Control Panel > Printer & Other Devices > Modem (tidak pasti ingatan saja, tapi anda pasti dengan mudah menemukannya), buatlah satu modem dan pilihlah COM tempat DKU-5 terhubung, biasanya selain COM1 dan COM2, misal COM3, atau COM4 dan seterusnya.
4. Melalui Control Panel > Network & Internet Connections buatlah satu connection dial-up, dengan parameter sebagai berikut:
– Modem : modem yang dibuat pada langkah 3
– Phone number : #777
– User name: telkomnet@flexi
– Password: telkom
5. Selesai connection dibuat, dobel klik dan klik connect untuk mencoba dial-up ke internet melalui FlexiNet.
6. Sukses atau gagal?

Installasi pada FreeBSD

Pada FreeBSD proses installasi bisa dikata tidak terlaluh jauh lebih sulit dari Windows. Saya tidak perduli Anda sudah mengenal, mahir, atau awam terhadap FreeBSD. Dengan share pengalaman yang sudah saya lakukan saya yakin anda bisa asalkan telah menginstall sendiri FreeBSD anda.

Mulanya saya juga tidak yakin apakah bisa mengfungsikan nokia 3586 CDMA saya sebagai modem untuk dial-up pada FreeBSD. Karena saat itu saya search di google tidak menemukan secuilpun panduan yang jelas.

Kecuali saya temukan sebuah posting di forum, seseorang berhasil mengkoneksikan hape LG 5350 CDMA yang mengenali HP tersebut sebagai umodem0: Qualcomm CDMA Technologies MSM Phone. Setelah sebelumnya dia melakukan patch terhadap file source code /sys/dev/usbdevs dan /sys/dev/usb_quircks.c dan melakukan kompilasi kernel.

Juga pada mengenai sinkronisasi Palm devices via USB ke FreeBSD menggunakan PPP. Koneksi ke Palm menggunakan /dev/ucom0 sebagai device PPP. Disini terlebih dulu mengkonfigurasi kernel dan me-rebuild kernel juga.

Lalu saya hubungkan saja kabel DKU-5 saja ke laptop tua Pentium MMX dengan FreeBSD 4.8. dan kabel dikenali sebagai ugen0: Prolific Technology PL2303 Serial adapter (ATEN/IOGEAR UC232A). Dari sini dan posting connection Palm to FreeBSD di atas saya menduga ada kaitannya. Saya yakin kabel ini bisa difungsikan karena dikenali oleh FreeBSD, dan kaarena nantinya menggunakan ppp untuk dial-upnya, saya juga menduga device yang digunakan mirip dengan solusi pada Palm tersebut.

Lantas saya cari di manual pages dengan man ucom, ditemukan bahwa ucom adalah mekanisme memperlakukan usb seperti koneksi serial pada COM port (mirip juga dengan proses install di Windows) dan terdapat see also: uplcom. Melalui man uplcom saya temukan bahwa uplcom adalah driver untuk Prolific Technology. Semakin kuat keyakinan saya.

Saya mencobanya sebagai berikut:

Pada file konfigurasi kernel saya tambahkan baris sebagai berikut
#######################
device uplcom
device ucom
#######################
sesuai petunjuk pada manual pages di atas. Dan saya lakukan re-build kernel dan menginstall kernel yang baru. Command nya sebagai berikut:

# cd /sys/i386/conf
# ee ACER <— nama file config saya, menambahkan baris di atas, menyimpannya
# config ACER
# cd ../../compile/ACER
# make depend
# make
# make install

Setelah itu saya restart laptop saya, dan FreeBSD mengenali DKU-5 sebagai uplcom0: Prolific Technology PL2303 Serial adapter (ATEN/IOGEAR UC232A). Maka pada file konfigurasi ppp /etc/ppp/ppp.conf device yang saya gunakan adalah /dev/uplcom0 pada baris set device /dev/uplcom0 sedangkan untuk chat script untuk inisialisasi sebelum command ATDT yang saya gunakan adalah sebagia berikut: “AT OK ATE0V1 OK AT+crm=1 OK” Sampai disini saya coba untuk dial-up dengan banyak sekali percobaan sempat beberapa kali berhasil connect.

Tentunya ini masih belum maksimal sehingga saya simpulkan gejala sebagai berikut:
– Jika sudah berhasil connect, kemudian disconnect tidak akan bisa connect lagi kecuali dengan me-restart komputer terlebih dahulu.
– Sering adanya error yang ditampilkan di console, dan sekali terjadi error tidak kan bisa berhasil connect.
– Error juga terjadi saat kabel DKU-5 dilepas dan dihubungkan lagi. Yang mengakibatkan usb port disabled.
– Probabilitas berhasil sangat kecil sekali.
Dan sungguh sangat menjengkelkan karena setiap terjadi error, saya harus reboot komputer.

Atas error tersebut saya surf lagi di internet namun tidak ada penjelasan kasus serupa. Pada akhirnya saya menduga bahwa driver Prolific ataupun usb yang ada pada FreeBSD saya mungkin masih ada bugnya, mengingat release 4.8 sudah berumur 2 tahun yang lalu. Mau upgrade ke release 4.9 saya tidak punya Cdnya (perlu waktu lama membelinya dari Jakarta, mau download terlalu besar juga).

Saya menduga sudah ada perbaikan (patch) terbaru atas error/bug ini. Akhirnya saya coba saja download satu bagian source saja. Saya download hampir semua /sys/dev/usb/ dari CVS FreeBSD. Lalu saya build ulang kernel dengan source /sys/dev/usb yang terbaru. Alhasil sebagai berikut:
– kabel DKU-5 dikenali sebagai ucom0: Prolific bla bla bla. Tentunya konfigurasi ppp saya sesuaikan
– saya coba dial-up relatif lebih banyak suksesnya
– error error di atas sudah jarang terjadi
– ppp bisa dial-up, disconnect, dan dial-up lagi secara normal tanpa harus me-reboot komputer.
– Kabel DKU-5 bisa dilepas dan dihubungkan kembali secara normal. Tentunya saat melepas modul ppp sudah harus terminate.

Demikian sekelumit apa yang bisa saya share dari proses pencarian saya untuk melalukan koneksi ke internet pada FreeBSD menggunakan HP Nokia 3586 dengan TelkomFlexi. Saya belum mencobanya pada Linux, akan tetapi saya kira prinsipnya tidak jauh berbeda dengan FreeBSD. Linux juga menggunakan modul PPP yang sama dan konsep usb saya rasa juga mirip. Saat posting tulisan ini pula saya menggunakan laptop tua Pentium MMX FreeBSD, HP Nokia 3586 CDMA dengan kabel DKU-5, koneksi via FlexiNet dari TelkomFlexi. Tip serupa secara ringkas pernah saya posting ke komunitas/forum linux indonesia. Bagi yang memiliki kasus serupa semoga share pengalaman saya bisa memberi sedikit petunjuk. Lain waktu saya ‘kan tuliskan lagi dalam bahasa yang lebih ‘teknis’ dan lengkap secara teknisnya.

Iklan